My First Trimester

Tanggal 21 Februari 2016 pastinya akan menjadi hari yang bersejarah bagi saya dan F. Hari itu kami mendapat kabar menggembirakan bahwa I’m pregnant, yay! Tuhan sungguh baik dan sayang pada kami berdua, di saat kami berdua telah memutuskan untuk siap memiliki anak, Ia mempercayakan dan menganugerahkan anak bagi kami, thanks Jesus.

DSC00409

Mengingat bahwa sebelumnya saya selalu merasa belum siap untuk memiliki anak dan menjadi seorang ibu, perasaan yang saya rasakan sekarang ternyata sangat menyenangkan. Sempat sepakat untuk menunda dan ingin fokus pada pekerjaan, saya justru sangat menikmati masa-masa kehamilan ini.

Saya rasa hampir sama dengan kebanyakan calon ibu lainnya, banyak hal yang saya khawatirkan di awal seperti makanan apa yang boleh dan tidak boleh saya makan, kegiatan apa yang boleh saya lakukan, bagaimana semua orang menyarankan untuk tidak kecapean dan banyak istirahat di 3 bulan pertama kehamilan. Belum lagi saat itu saya masih mengalami batuk yang sudah sebulan lebih tidak kunjung sembuh serta serangan flu tiba-tiba pada hari kedua ketika saya tau saya hamil. Flu ini terjadi ketika saya pulang dari menjenguk seorang teman di RS yang baru saja melahirkan dan saya terkena hujan pada saat pulang. Saat itu saya berpikir, “What?! Hanya kena sedikit hujan saja saya langsung flu, rentan sekali badan saya.” Saking khawatirnya, pada hari keempat saya mengajak F untuk kembali ke dokter kandungan untuk memeriksakan diri. Untungnya setelah diberikan obat yang sesuai, batuk dan flu tersebut pun segera berlalu.

Seiring dengan berjalannya waktu, saya pun tidak terlalu khawatir lagi karena saya sudah dibekali dengan pengetahuan yang cukup mengenai what-to-do and what-not-to-do selama masa-masa kehamilan ini. Semuanya berkat saran dari dr. Handi Suryana, Sp.OG yang memberikan referensi untuk saya agar sering-sering membaca website www.babycenter.com  untuk mendapatkan berbagai informasi yang saya butuhkan. Setelah melakukan registrasi di website tersebut pun setiap minggunya saya akan mendapatkan email sebagai reminder sudah berapa minggu-kah usia kandungan saya, bagaimana perkembangan calon bayi saat ini dan bagaimana perubahan fisik yang akan saya rasakan dalam minggu tersebut. Info-info ini sangat akurat dan membantu dan saya selalu excited dan tidak sabar untuk menerima email setiap minggunya. Dan kapanpun saya merasakan keluhan atau ada yang ingin saya tanyakan, saya bisa menghubungi dr. Handi Suryana, Sp.OG kapan saja lewat fasilitas BBM atau WA yang tentunya akan langsung direspon oleh beliau. Jadi meskipun jarak dari rumah saya di Serpong, Tangerang Selatan untuk menuju ke tempat praktek beliau di RS PIK, Jakarta Utara terbilang cukup jauh, saya dan F tetap nyaman untuk berkonsultasi dengannya.

DSC00411

Di trimester pertama ini saya memang merasakan mual terutama pada pagi hari pada saat bangun tidur dan pada sore hari menjelang malam sampai ke waktu tidur, tapi kondisi saya masih cukup nyaman karena tidak sampai muntah-muntah dan masih dapat makan dengan normal. Satu-satunya hal yang cukup mengganggu adalah sakit maag saya yang kambuh hampir setiap hari di bulan-bulan awal. Hal tersebut menyebabkan saya sering sekali terlihat bergelung di atas tempat tidur karena menahan rasa sakit. Untungnya pekerjaan saya sebagai self-employed memungkinkan saya untuk se-fleksible mungkin dalam mengaturnya. Setelah dikonsultasikan ke dokter bahwa memang jika sebelumnya calon ibu mempunyai riwayat sakit maag, maka akan besar kemungkinan sakit itu akan sering muncul karena pengaruh asam lambung yang tinggi pada saat masa kehamilan. Jadi, dr. Handi memberikan resep obat sakit maag yang aman untuk saya konsumsi dan sebagai konsekuensi, saya diharuskan pantang makanan pedas, asam, yang mengandung coklat dan kopi. Sakit maag tersebut juga mengharuskan saya untuk lebih sering makan sehingga saya membagi waktu makan saya setiap 3 jam sekali yaitu pukul 9 pagi untuk sarapan, pukul 12 siang untuk makan siang, pukul 3 biasanya saya akan makan makanan ringan atau buah dan pukul 6 malam untuk makan malam. Di atas jam tersebut, terkadang saya masih makan beberapa cemilan ataupun tidak sama sekali, tergantung kondisi. Dengan demikian, saya bisa mengatasi sakit tersebut meskipun terkadang masih kambuh hingga hari ini. Pengalaman selama masa ini menyadarkan saya betapa besarnya perjuangan seorang ibu pada saat mengandung dan melahirkan nantinya. Jadi ingat sama Mam, pasti begini pula yang Mam rasakan saat mengandung kami, anak-anaknya. Love you, Mom!

DSC00412

Moment yang selalu saya tunggu selama masa kehamilan ini adalah saat kontrol dan dilakukan USG sehingga saya bisa melihat Baby Kecil kami, panggilan saya dan F untuk si bayi yang ada di perut saya >,< Senang sekali jika bisa bertemu dengannya setiap 4 minggu sekali dan menyaksikan perkembangannya. Jika melihat video perkembangan bayi yang bisa kamu lihat juga di www.babycenter.com, saya selalu merasa terharu dan berpikir bagaimana seorang bayi bisa bertumbuh seperti itu dalam rahim saya dan kemudian lahir ke dunia ini 9 bulan kemudian. Sungguh, Tuhan luar biasa! Hanya Dia yang bisa membuat mujizat seperti ini dalam hidup seseorang.

Kini usia kehamilan saya sudah memasuki 18 minggu, baby bump pun semakin kelihatan. Mungkin agak berbeda dengan beberapa wanita lain yang mencemaskan soal bentuk dan berat badannya, saya tidak terlalu khawatir mengenai hal itu. Saya justru tidak sabar untuk melihat perut saya semakin besar. Hampir tiap hari saya bertanya kepada F, “Perutku udah makin besar belum yah? Kok belum tambah besar yah?”, saking tidak sabarnya saya. Memang saat kontrol di bulan kedua saya sempat merasa shock ketika melihat ternyata timbangan saya naik 4 kg. Setelah itu saya suka ber-lebay-lebay-ria dengan menyinggung kenaikan berat badan tersebut kepada F dan keluarga saya. Tapi sebenarnya saya tidak terlalu peduli, dalam pikiran saya hanya yang penting Baby Kecil tumbuh sehat dan kuat, normal dan sempurna, seperti doa yang selalu saya sampaikan kepada-Nya. Kenaikan berat badan ini pasti bisa saya atasi nanti 😀

FullSizeRender

Setiap saat saya pun selalu berdoa bagi Baby Kecil-ku ini, setiap akan makan, minum vitamin, beraktivitas sampai dengan waktunya tidur. Bangun pagi saya menyapanya, sebelum tidur pun mengingatkannya untuk tidur, juga di saat lainnya bersama dengan F terkadang saya mengajaknya bicara. Kebiasaan ini sudah saya lakukan sejak bulan pertama kehamilan saya meskipun saya tau mungkin ia belum bisa mendengarnya. Tapi saya percaya, semua kata-kata positif dan doa yang terucap pasti akan menjadi berkat bagi bayi ini. So, seperti kata saya tadi, semua masa-masa ini sangatlah menggembirakan bagi saya:) Still 5 months to go, can’t wait to see you, my baby :*

IG : @valentcindy

“I thought that I would never fall in love again. I was wrong.” VC

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *