Sleep Training agar Anak Tidur Sepanjang Malam

Hai Moms, saya sebenarnya sudah pernah share tentang sleep training ini, tapi post sebelumnya cukup panjang karena dimulai dari artikel tentang Sleep Regression. Jadi saya mau ringkas aja di artikel ini yah tentang Sleep Training sehingga Gavin kemudian bisa tidur sepanjang malam sampai pagi, tanpa bangun-bangun untuk menyusu lagi.

πŸ’• Siapkan mental! Ini kunci utama, karena kalau Moms belum siap maka menurut saya Sleep Training belum dapat dilakukan. Training ini bukan masalah tega atau ga tega, tapi apa tujuan kita untuk melakukannya.
πŸ’• Saya selalu menidurkan Gavin di jam-jam yang sama, yaitu sekitar pukul 8.30-8.45 malam.
πŸ’• Sebelumnya saya awali dengan ritual : kasih susu, lalu ganti baju, cuci kaki dan tangan, sikat gigi, serta berdoa. Ritual ini menurut saya penting banget karena dengan demikian anak terbiasa dan tau bahwa ini adalah saatnya ia tidur malam.
πŸ’• Gavin saya taruh di kasur, kemudian saya atau Papi-nya ikut tiduran di kasur, kita diamkan saja, ga di-puk-puk ataupun digendong. Biasanya Gavin akan tertidur saat pukul 9 – 9.30 malam.
πŸ’• Saat Gavin terbangun tengah malam, saya tidak kasih nen/susu, melainkan menyodorkan straw cup yang berisi air putih. Dia sedot, minum, lalu tidur lagi. Sejam kemudian bangun lagi, saya melakukan hal yang sama.
πŸ’• Saat Gavin menangis karena belum terbiasa minum air putih saja, saya diamkan dan ajak dia untuk tidur, kadang saya peluk, kadang saya puk-puk saja, sambil saya bisikkan, “Gavin anak pintar yah, ayo tidur lagi,” begitu berulang-ulang.
πŸ’• Saya set batas saya sendiri, sampai sejauh mana nangisnya dan selama apa bisa saya tolerir. Jika sudah melebihi batas, maka saya break rules saya dan saya gendong atau berikan susu. Selama masa training, hanya terjadi satu kali dimana akhirnya saya berikan susu, selebihnya bisa berhasil.

Berapa lama akhirnya hingga berhasil? Hanya butuh waktu 1 minggu yah! Saya bangga sekali pada Gavin. Jadi sejak usia 10 bulan 10 hari, Gavin sudah tidur sepanjang malam tanpa bangun tengah malam lagi. Ia tidur antara jam 9-9.30 malam sampai jam 7-7.30 pagi. Tapi ingatlah bahwa tiap anak berbeda. Ada yang berhasil dalam 1 minggu, 2 minggu, 1 bulan, namun ada yang belum berhasil sehingga perlu stop dulu dan diulang lagi dari awal. Percayalah pada insting kalian masing-masing, Moms, karena kalian yang paling mengenal anaknya sendiri.

Usia berapa bisa di-training begini? Menurut saya, saat anaknya sudah MPASI dan pola makannya sudah bagus. Kalau di bawah 6 bulan, sehari-hari anak masih hanya tergantung kepada ASI / Sufor. Kita tidak tau seberapa kenyangnya mereka, serta kenyangnya minum susu tentunya cepat selesai, jadi wajar kalau masih sering terbangun untuk menyusu karena lapar. Pada saat sudah MPASI, ukuran lambung anak sudah semakin besar sehingga otomatis makanan yang dia bisa serap semakin banyak. Kita juga bisa takar si anak makan seberapa banyak untuk kenyang, bisa pastikan dia mendapatkan banyak makan di siang dan sore hari, sehingga kita bisa yakin bahwa si anak tidak akan kelaparan lagi saat malam hari, apalagi jika pola makannya memang sudah bagus.

@valentcindy

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *