Jangan Bohongi Anak!

Baik secara sadar maupun tidak sadar, para orang tua terkadang melakukan kebohongan pada anaknya. Beberapa contoh kecil kebohongan tersebut serta tujuannya antara lain :
πŸ¦„ Mengalihkan perhatian anak
“Eh, disana ada cicak tuh,” atau “Tuh ada kakak lewat depan rumah,” padahal tidak ada cicak maupun kakak.
πŸ¦„ Menjanjikan anak sesuatu agar ia tidak rewel, namun tidak menepatinya
“Yukk, jalan yah, nanti kalau mau jalan, habis ini Mama beliin mainan robot yah.” Dan ternyata, setelah itu anak langsung diajak pulang dan tidak dibelikan mainan robot.
πŸ¦„ Menakut-nakuti anak agar ia mau menurut
“Ayo buruan makan, kalau ga tar ditangkap Pak Polisi loh.”

Sebenarnya, apapun bentuk kebohongan yang dilakukan oleh orangtua seperti contoh di atas, tujuannya baik yaitu untuk membujuk anak dan tidak perlu ada drama marah-marah. Namun kabar buruknya, saya pernah membaca suatu artikel bahwa sifat berbohong pada anak akan secara alami muncul dengan sendirinya tanpa perlu diajari. Karenanya, dengan tambahan contoh kebohongan yang ia dapat dari orangtuanya, bisa kita bayangkan bagaimana dampaknya bagi si anak.

Beberapa dampak kebohongan yang dilakukan kepada anak :
🌈 Anak akan mencontoh perilaku berbohong tersebut karena ia merasa bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang wajar untuk dilakukan, terutama jika ia menginginkan agar orangtua menuruti kemauannya, sama halnya dengan tujuan orangtua melakukannya.
🌈 Anak akan kehilangan rasa percaya kepada orangtuanya akibat berkali-kali dibohongi oleh orangtuanya.
🌈 Anak akan membentuk persepsi yang salah terhadap suatu hal, bahkan jadi penakut. Misalnya saat dikatakan bahwa, “akan ditangkap oleh Pak Polisi,” maka ia akan merasa ketakutan setiap ia melihat seorang Polisi karena ia merasa sosok tersebut adalah sosok yang menyeramkan.
🌈 Akibat sering dijanjikan namun tidak ditepati, pada saat orangtua kemudian menjanjikan suatu hal yang penting, anak akan menyepelekan hal tersebut.

Meskipun orangtua merasa bahwa kebohongan yang mereka lakukan adalah hal kecil, tapi perlu diingat bahwa sekecil apapun kebohongan itu akan diserap oleh anak dan diingatnya. Jadi sebisa mungkin, Moms, hindarilah berkata bohong kepada anak.

@valentcindy

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *