Penggunaan Kata “Jangan” pada Anak

Bacain blog postnya Mba @annisast kemarin malam tentang penggunaan kata “JANGAN” pada anak, mengingatkan saya pada diri saya waktu Gavin baru lahir. Sebelumnya, saya ga kepikiran tuh baca-baca buku parenting or cari ilmu parenting saat sedang hamil. Yang ada tiap hari nontonin CSI (dari versi CSI doank, CSI NY sampai CSI Miami), Criminal Minds, Castle, Hawaii Five-O, hahaha 🤣

Barulah pas Gavin lahir, dengar sharing sana-sini, baca sekilas-sekilas, tentang si kata “JANGAN” ini. Dan saya pun bertekad donk, mari kita minimalisasi penggunaan kata ini, seakan-akan kata ini sama seperti Voldemort alias Dia yang Namanya Tak Boleh Disebut 😆

Sepanjang 1 tahun pertama usia Gavin, lumayan berhasil loh. Saya tetap ada pakai kata “JANGAN” sesedikit mungkin dengan disertai alasan mengapa jangan dilakukan, plus selebihnya berusaha menggunakan kata-kata positif.
“Gavin pelan-pelan jalannya,” instead of “Jangan lari, Gavin!”
Setiap habis berhasil menggunakan kalimat positif seperti itu, langsung bangga donk sama diri sendiri.

Tapiiii, jangan senang dulu wahai Dulce Maria! Setelah 1 tahun berlalu, yang terjadi sampai dengan hari ini adalah,
“Gavin, jangan berdiri di atas sana!”
“Gavin, jangan masukin ke mulut!”
“Jangan kesana!”
“Jangan manjat!”
“Jangan pegang!”
“Jangan main colokan listrik!”
“Jangan!”
“Jangan!”
“Jangan-jangan kau menolak cintaku, putuskanlah saja pacarmu, lalu bilang I love you, padaku!” *halahhhhh! lagu apa inihhh*
Dan terjadilah 1.457 kali kata “JANGAN” itu 😭😭😭

Jadi apalah apalah saya ini tentang ilmu parenting, wong berusaha tidak menggunakan kata “JANGAN” saja saya tak sanggup. Sebenarnya saya juga pernah mempelajari tentang ini di dunia kerjaan saya sebelumnya dan tentunya saya tau bahwa akan lebih baik jika kita selalu menggunakan kalimat positif. Tapi so far, kata ini cukup efektif sih ke Gavin, hihi, jadi mamak cari jalan pintas sajah daripada harus menguras emosi segalon.

Dan memang dari pengalaman saya, kata “JANGAN” efektif digunakan ke Gavin KALAU saya sertai dengan alasan di belakangnya, seperti :
“Gavin jangan masukin mainan itu ke mulut, mainannya kan kotor, itu bukan makanan.”
Jadiii, sejauh ini metode :
JANGAN + (SABAR) + ALASAN
masih saja saya lakukan, huhu ;(

Kalau Mommies gimana? Mungkin bisa berbagi tips & trick dalam penggunaan kata “JANGAN” ini 🙏🏻

@valentcindy

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *