Anak Sering Kedip-kedip Mata : Gangguang Psikologis, Saraf atau Alergi?

Di minggu ketiga November adalah ketiga kalinya aku bawa Gavin kontrol ke dokter mata. Kontrolnya di JEC Kedoya dengan dr. Florence M. Manurung, Sp.M(K). Dok Florence ini juga merupakan dokter spesialis mata anak-anak, jadi pasiennya memang kebanyakan anak-anak.

Kalau mau kesini, mesti bikin appointment dulu at least seminggu sebelumnya. Pasiennya rame banget dan mesti prepare waktu seharian yah. Waktu konsul 1 anak tuh bisa lama bangettt. Aku sampai jam 3 sore, ambil nomor antrian, dan baru masuk itu jam 18.30-an, huhu, jadi emang kudu sabar.

Tapi plus-nya, di area tunggunya itu ada mini playground. Ada sliding, buku-buku, building blocks, kuda-kudaan dan ada layar film juga, jadi anak-anak sih ga bakal bosan (emaknya yang bosan abis, hahaha).

Gavin datang kontrol lagi gegara matanya kedip-kedipan lagi, haishhh. Aku sebelumnya sudah pernah share juga tentang ini yah. Dan memang waktu itu, Dok Florence saranin pas Gavin berumur 3 tahun, balik lagi buat cek apakah ada minus atau tidak, secara Papinya berkacamata.

Puji Tuhan pas dicek minus, ternyata ngga yah, matanya dalam kondisi baik semua. Cuma yah itu, masalah kedip-kedipnya tetap terindikasi alergi (conjunctivitis eyes). Obat tetes mata yang sebelumnya sudah tidak mempan, jadi diganti dengan merk lain.

Menurut Dok Florence, ada 3 penyebab yang bikin mata anak bisa kedip-kedip begini, yaitu :

  • Faktor psikologis, misalnya ada perubahan suasana pada hidup anak, seperti pindahan, mulai sekolah, atau Mamanya hamil lagi (nahhh loh, hahaha) jadi anaknya mencari perhatian.
  • Faktor alergi (conjunctivitis eyes) tadi. Pas dicek sih memang dalam matanya Gavin terlihat ada bruntusan yah. Jadi kemungkinannya lebih kesini. Dan aku tanya, kok bisa kambuhan? Katanya iya, memang bisa berulang, sama aja kayak kalau anak sakit flu, jadi memang bisa kambuh lagi.
  • Faktor syaraf, biasanya kita kenal dengan nama TIC yaitu gangguan yang menyebabkan penderitanya tiba-tiba melakukan gerakan atau ucapan berulang yang tidak disengaja dan di luar kendali, kayak mengedip-ngedipkan mata, menggeleng-gelengkan leher. Jadi kalau misalnya bukan dari faktor psikologis dan alergi, ada kemungkinan dari gangguan syaraf. Kalau begini, mesti dicek ke dokter syaraf dulu.

So far untuk Gavin, diminta untuk lihat perkembangannya selama 2 minggu. Aku lihat sih membaik yah dengan penggantian obat tetes mata yang baru, cuma kadang-kadang masih muncul. Semoga bisa sembuh total, fufufu pray.

@valentcindy

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *