Positive Parenting

-Gantilah mindset kita bahwa ketika anak “berulah”, itu bukanlah serangan buat saya, Ibunya, melainkan kesempatan untuk mengajari anak belajar lebih baik.-

Saat anak beranjak semakin besar, rasanya ada aja tingkah laku anak yang bikin kita marah. Apalagi kalau kita merasa nih anak sudah dikasih tau berulang kali tapi kok ga mau dengar, jadinya gregetan banget. Namun sebenarnya apa yang menyebabkan anak tidak mau mendengar dan apakah marah adalah solusinya?

Dalam parenting workshop yang aku ikuti tanggal 14 Desember 2019 yang lalu bersama @positive.parenting.challenge, aku belajar banyak hal baru sebagai seorang Ibu, terutama dalam hal mengendalikan amarah terhadap anak. Di workshop ini aku dan peserta lainnya mendapat berbagai insight sebenarnya apa yang membuat kita marah dan bagaimana mengendalikan amarah tersebut.

Beberapa point yang mau aku share antara lain :

  • Ada alasan di balik semua perilaku anak, apa yang terlihat di permukaan tidaklah sama dengan apa yang mereka rasakan sesungguhnya. Jadi penting bagi kita untuk mencari tau alasan di balik perilaku anak.
  • Selain itu, sangat menyedihkan jika anak-anak dihukum karena perilaku yang secara tahapan perkembangan itu di luar kendali mereka dan sangat wajar jika anak-anak melanggar aturan karena itu adalah masa mereka bereksplorasi dan belajar.
  • Kebanyakan ketika orang tua marah, ada hal-hal pribadi yang berkaitan dengan kemarahan itu, seperti rasa malu, rasa gagal, masalah ekonomi, kesehatan fisik, relasi suami-istri ataupun anger management, sehingga kemudian “dilampiaskan” kepada anak.
  • Pahami apa saja yang bisa membuat kita marah / pemicunya, misalnya tidak suka memberitahu sesuatu secara berulang-ulang. Setelah dipahami, buatlah komitmen untuk berusaha mengendalikan kemarahan itu (bisa coba “Kalender Detoks Marah” yang pernah aku share). Lalu teruslah berlatih. Kita tidak harus jadi sempurna, kita hanya perlu berusaha untuk menjadi lebih baik lagi, maafkanlah kesalahan diri sendiri dan terus coba lagi 🙂
  • Saat mau marah bisa coba Calming Strategies yaitu tarik nafas panjang, take a break, bisa juga dengan squeeze sesuatu (tangan, lengan, stress ball), atau gerakkan tubuhmu (stand-up, stretching, jalan-jalan sejenak).

Aku sendiri sangat bersyukur bisa ikutan parenting workshop Level 1 ini bersama @positive.parenting.challenge. Ga cuma teori aja yang aku dapatkan, tapi juga kita semua praktek langsung dalam workshop ini. Thanks to Ci @maria.mpsi, psikolog luar biasa yang sudah membagikan ilmunya pada kami. Nanti kalau ada workshop Level 2, definitely aku bakal ikutan lagi. Dan seperti yang selalu aku share, bukan kesempurnaan yang aku kejar, tapi bagaimana agar jadi Ibu yang lebih baik bagi anakku. Yuk, Moms, kita belajar sama-sama yah peluk

@valentcindy

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *