Bagaimana Menyimpan Bahan MPASI?

Sebenarnya fotonya udah lama, tapi baru sempat share sekarang, ga ngerti juga sibuk apa aja yah selama ini πŸ˜‚

Ini adalah cara saya dalam menyimpan bahan-bahan mpasi Gavin. Mungkin bisa tepat, bisa juga kurang tepat yah, yang jelas selama ini dengan cara-cara seperti ini puji Tuhan bahan makanan Gavin selalu terjaga dengan baik, ga busuk, ga layu, ga jamuran. Tapi sebelumnya saya perlu info dulu bahwa biasanya saya belanja bahan makanan Gavin itu seminggu sekali, jadi bahan-bahan makanan ini pun hanya saya simpan selama 1 minggu alias 7 hari, yah ada beberapa yang hari ke-8 ataupun ke-9 yang kadang masih saya gunakan, tapi rata-rata yah hanya 7 hari. Lebih dari itu akan berakhir di perut Papi Mommy-nya, perut Sus atau perut si Ibu yang biasa bersih-bersih tiap hari πŸ˜†kebanyakan sih kelebihannya saya kasih ke si Ibu yah karena saya ga pernah masak buat diri sendiri, kalau kasih ke Ibu kan jadi bermanfaat bisa buat dia masak buat keluarganya 😊Nah, karenanya cara penyimpanan ini menurut saya bagus kalau memang penggunaan bahan makanannya sama seperti saya, seminggu atau 7 hari. Kalau untuk yang biasa belanjanya agak banyakan misal 2 mingguan, saya kurang tau apakah cara-cara ini dapat bertahan atau tidak, bisa dites aja yah 😊

Untuk penyimpanan bahan mpasi, saya bagi seperti ini :

πŸ¦„ Sayur-sayuran hijau seperti Kale, Bayam, Brokoli, Caisim, Pokcoy
Sepulangnya dari Supermarket, saya langsung taruh ke kulkas bagian bawah (Big Box) secara utuh (biasanya kalau beli di Supermarket semacam Farmer’s Market tempat saya biasa belanja, sayuran-sayuran ini sudah di-packing rapi). Jadi langsung saya masukkan ke kulkas beserta plastik packingan-nya. Keesokan harinya atau pada saat akan digunakan, saya petik-petik semua daunnya (atau potong per kuntum kecil untuk brokoli), yang mau digunakan hari itu saya ambil sedikit untuk dicuci, sisanya semua saya masukkan ke dalam Ziplock (saya pakai merk Bagus). Kenapa ga langsung dicuci aja semua? Karena saya sudah pernah tes, setelah dicuci malah daunnya cepat layu, ujung-ujungnya saya buang. Jadi tanpa dicuci, lebih tahan lama. Pada saat mau pakai lagi, saya ambil sebagian, cuci, masak, sisanya tetap di Ziplock.

πŸ¦„ Sayur-sayuran yang berbentuk satuan dan utuh seperti Labu Siam, Zucchini, Wortel, Tomat ataupun bahan makanan seperti Kentang
Saya taruh di kulkas bagian bawah (Big Box) beserta dengan packingan-nya. Biasanya dalam 1 packing kan terdiri dari beberapa buah. Pada saat akan digunakan, buka packing, yang mau dipakai ambil 1 atau 2 buah, sisanya taruh ke Ziplock (atau tetap dalam plastik kemasannya kalau untuk kentang), masukkan kembali ke Big Box. Saya selalu usahakan untuk bahan makanan seperti ini, per buahnya kepakai semua per sekali masak. Jadi kalau labu siam saya biasa beli labu siam acar yang kecil-kecil sehingga pas masak yah tinggal ambil satu buah, pas, ga perlu simpan potongan sisanya. Kecuali, zucchini. Berhubung Zucchini kan gede, jadi biasa cuma terpakai 1/2 buah per sekali masak. Sisa setengah buahnya saya wrapping (saya pakai Cling Wrap merk Bagus), masukkan kembali ke Big Box.

πŸ¦„ Butternut Pumpkin / Kabocha / Jenis Labu Lainnya
Nah, ini pas beli udah pasti saya ga pernah beli 1 buah gede gitu yah, banyak banget, ga mungkin habis dalam seminggu. Jadi saya selalu beli 1/2 buah yang sudah dibelah biasanya oleh pihak supermarket. Sepulangnya, taruh kulkas aja. Pas mau dipakai, dibelah sesuai kebutuhan, sisanya dimasukin ke Ziplock (dulunya saya wrapping, tapi pernah malah jadi berjamur, ternyata lebih awet kalau dicemplung langsung ke Ziplock).

BD89BF1F-F5AA-4CDE-9C37-E5E121D553AF

πŸ¦„ Kacang-kacangan seperti kacang jogo, buncis, edamame
Buka packing, taruh ke Ziplock, saat akan digunakan ambil seperlunya saja.

πŸ¦„ Tempe
Ditaruh di Fresh Room karena bagian ini termasuk bagian kulkas yang paling dingin. Kalau ketemu tempe segitiga, saya lebih suka beli yang jenis ini karena bisa untuk sekali masak. Tapi kalau ketemunya tempe potongan besar, biasanya saya potong sesuai kebutuhan pas mau digunakan, sisanya bungkus lagi dengan daunnya, taruh kembali ke kulkas. Biasanya beli tempe seperti ini ada informasi expiry date-nya. Saya selalu gunakan maksimal sampai dengan satu hari sebelum Expire Date kalau masak untuk Gavin.

πŸ¦„ Tahu Sutera
Ini juga ada expiry date, tapi biasanya lama, bisa beberapa bulan. Saya ga pernah beli dan disimpan lama sih, jadi tetap hanya untuk kebutuhan seminggu. Pas baru beli, nyampe rumah, masukin Fresh Room. Pas mau dipakai, saya potong beberapa bagian sesuai dengan kebutuhan hariannya Gavin, lalu ambil wadah semacam Lock & Lock / Tupperware (maaf sebut merk πŸ˜‚), isi air mineral di dalamnya, cemplungin bagian-bagian tahu yang belum terpakai, pastikan tahu terendam air seluruhnya, masukin kulkas (slide untuk melihat fotonya). Dengan begini tahu sutera-nya ga pernah basi karena dulu pas pertama kali beli (tahu sutera bentuk kotak), ketika mau dipakai ternyata sudah basi, rasanya jadi asem banget.

48757F0A-40C2-48D5-9126-17E479003018

πŸ¦„ Protein hewani seperti daging sapi, daging ayam atau daging babi
Beli secukupnya untuk kebutuhan 1 minggu, biasa belinya di pasar modern deket rumah. Sesampainya di rumah, cuci bersih daging dengan air mengalir lalu air mineral, lalu dicincang-cincang, bilas lagi dengan air mineral, kemudian dibentuk bulatan atau kepalan-kepalan kecil sesuai dengan kebutuhan hariannya (dari yang pernah saya baca, kebutuhan daging untuk bayi per hari sebesar kepalan tangannya, tidak termasuk jari-jarinya). Setelah itu, masukkan ke dalam Ziplock, satu kepal daging satu Ziplock, then masukkan ke dalam freezer. Pada saat akan digunakan tinggal dikeluarkan per plastik / per Ziplock aja sehingga kualitas daging yang lain tetap terjaga (ga keluar masuk freezer).

B70DC0B8-9252-4B47-9386-CF3855380896

πŸ¦„ Protein hewani seperti Ikan Gurame dan Ikan Salmon
Pas beli, saya selalu langsung minta tolong petugas di Supermarket untuk potong menjadi 7 bagian (saya tunjukin dulu mau seberapa gede potongannya). Sesampainya di rumah, saya masukin ke Ziplock satu per satu untuk per sekali masak, tanpa dicuci, lalu masukkan ke freezer. Ketika akan digunakan, saya keluarkan dulu hingga mencair, baru kemudian dicuci bersih.

πŸ¦„ Oats, Kacang Hijau, Kacang Merah / Adzuki Beans
Tetap saya simpan dalam packingannya meskipun sudah dibuka, dikaretin aja (ini jelek banget yak, mestinya pakai semacam jepitan cantik yang biasa buat jepit bungkus makanan gitu aja, hahaha πŸ˜‚), lalu simpan di kulkas. Gunanya simpan di kulkas supaya ga cepet jamuran dan apek.

33A93C69-A34A-4A76-AFE5-24F2D8DB4998

Nah, itu adalah cara saya dalam menyimpan bahan-bahan MPASI atau bahan makanan Gavin, berkat tanya-tanya ke teman-teman yang lebih ahli serta baca-baca beberapa referensi, saya gabungin dan begitulah hasilnya πŸ˜† kalau masih ada yang saya kelupaan info bahan-bahannya, bisa komen di bawah nanti saya bantu kalau memang saya tau yah, hehe. Semoga bermanfaat πŸ˜ŠπŸ™πŸ»

@valentcindy

“good food, good life”

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *