Salt & Sugar in Baby’s Food, Yay or Nay?

Jika berbicara mengenai dunia MPASI, pastinya tidak lepas dari pro-kontra penggunaan gula dan garam pada bayi di bawah 1 tahun. Kalau dari berbagai sumber yang saya baca, penggunaan gula dan garam pada bayi di bawah 1 tahun memang tidak disarankan, namun mungkin pada kasus tertentu dimana anak susah makan, penggunaan gula garam diperbolehkan dengan catatan diperhatikan dengan baik untuk takarannya.

Mengapa penggunaan garam disarankan tidak diberikan pada bayi berusia di bawah 1 tahun? Karena :

1. Kebutuhan garam pada bayi  kurang dari 1 gram per hari. Sementara di dalam ASI ataupun susu formula, terdapat 0.4 gram kandungan sodium yang sebenarnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hariannya.

2. Ginjal bayi belum bisa memproses garam dengan jumlah yang tinggi. Sistem pencernaan pada bayi masih teramat rapuh, dan salah satu bagian dari organ bayi yang termasuk paling rapuh adalah ginjal. Berbagai resiko di masa depan seperti kegemukan, hipertensi dan penyakit ginjal di usia muda juga mengintai.

Bagaimana dengan gula? Sama seperti halnya garam, pemberian gula juga tidak disarankan untuk bayi di bawah 1 tahun. Namun banyak orangtua yang salah paham, tidak memberikan gula bukan berarti tidak memberi anak makanan manis sama sekali. Gula yang dimaksud ialah gula buatan yang dibuat lewat proses kimiawi seperti gula pasir, atau gula pada makanan kemasan. Hal ini dihindari karena :

1. Gula dibuat dengan melalui berbagai tahap penyulingan di pabrik dan menggunakan bahan kimia yang bisa berbahaya untuk bayi

2. Konsumsi gula di usia dini bisa menyebabkan kerusakan pada gigi

3. Kadar gula yang tinggi di dalam darah bisa menyebabkan melemahnya sistem kekebalan tubuh

4. Resiko terkena diabetes dan obesitas kelak

Selain itu, penambahan penggunaan garam ataupun gula dalam makanan dikhawatirkan akan membuat anak menjadi “picky eater”, artinya pemilih dalam makan, karena sudah terbiasa merasakan rasa yang gurih atau manis, maka kalau dikasih yang hambar sudah tidak mau lagi. Usia 6-12 bulan adalah masa-masa penentuan pola makan anak nantinya, bagaimana pola dia makan sekarang biasanya akan terbawa sampai dewasa nanti.

Sebenarnya tanpa penambahan gula garam pada makanan pun, dalam beberapa makanan bayi sudah mengandung gula garam juga. Contohnya, gula terdapat pada buah-buahan juga, selain itu pada ASI, sayur, kacang-kacangan dan daging juga sebenarnya telah mengandung kadar garam yang alami demi mencukupi semua kebutuhan pada bayi, bahkan pada keju maupun mentega. Namun, semuanya kembali kepada pilihan Mommies masing-masing, kalau ada yang mau menambahkan gula garam pada makanan bayi, terutama jika anaknya susah makan, silahkan, asal dengan jumlah sewajarnya untuk bayi sebagai pemberi rasa saja, daripada anaknya susah makan. Setiap Ibu pasti tau apa yang terbaik buat anaknya. Semoga bermanfaat 🙂

@valentcindy

“you are what you eat today”

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *