dr. Handi Suryana, Sp.OG

Dari awal sebelum hamil, saya tidak pernah punya gambaran mau konsultasi dengan dokter siapa nantinya. Namun karena beberapa teman saya sudah hamil duluan, saya mendengar nama dr. Handi Suryana, Sp.OG dari salah satu teman saya. Akhirnya, pada saat pertama kali ingin memeriksakan kehamilan saya, saya pun langsung membuat jadwal konsultasi dengan beliau. Pilihannya saat itu adalah berkonsultasi di RSPI Puri Indah (dr. Handi Suryana sudah tidak praktek disini saat saya menulis blog ini) atau di RS PIK. Kedua lokasi ini kelihatannya jauh dari rumah saya yang beralamat di daerah Serpong. Namun karena posisi rumah kami cukup di tengah-tengah antara jalur Serpong-Bintaro, maka saya dan F memutuskan untuk melakukan konsultasi di RS PIK karena bisa dijangkau melalui akses JORR dari Bintaro.

Lama perjalanan ke RS PIK ternyata hanya sekitar 40-50 menit saja dari rumah saya. Pertama kali berkonsultasi dengan dr. Handi Suryana, Sp.OG, kesan yang saya dapatkan adalah dokter ini sangat sabar dan detail dalam menjelaskan, which is itu yang sangat saya dan F butuhkan. Maklum, ini adalah kehamilan anak pertama. Dan sebagai orang yang baru pertama kali hamil dan pertama kali konsultasi, bukannya punya banyak list pertanyaan, saya justru tidak tau apa saja yang harus ditanyakan kepada seorang dokter obsgyn. Jadi kami butuh dokter yang berinisiatif untuk menjelaskan segala sesuatu yang perlu kami ketahui pada pertemuan pertama dengannya. Nah, hal tersebut kami dapatkan dari dr. Handi Suryana, Sp.OG. Beliau dengan sabar menjelaskan tentang apa yang kami lihat pada layar USG, kemudian pantangan-pantangan apa saja yang perlu dilakukan selama masa kehamilan, makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh, serta kapan saya harus menemui beliau lagi. Tidak ada kesan buru-buru selama menjelaskan (saya paling sebel kalau ketemu dokter yang selalu terburu-buru menjelaskan dan seperti tidak niat hanya karena untuk segera menyelesaikan konsultasi dan lanjut ke pasien berikutnya). Dan, hal yang paling berkesan untuk saya adalah beliau langsung memberikan nomor kontak yang bisa dihubungi in case ada hal yang ingin saya tanyakan atau konsultasikan.

Karena pertemuan pertama begitu berkesan buat saya dan F, maka kami putuskan untuk terus berkonsultasi dengan beliau. Jadi meskipun dengan jarak tempuh yang lumayan jauh, kami tetap jalani, padahal setiap orang yang mendengar dimana kami berkonsultasi pasti bilang, “Jauh banget yah.” Namun karena sudah merasa cocok, saya malas mau cari-cari dan ganti dokter lagi. Dan di setiap kesempatan ketika saya bingung dan mau bertanya kepada beliau, saya tinggal kirim chat kemudian pasti dibalas oleh beliau dengan respon yang cepat. Kemudian mengenai metode melahirkan, apakah secara normal (spontan) maupun dengan cara caesar, beliau hanya memberikan advice, namun menyerahkan kembali keputusan tersebut kepada pasiennya. Hal ini membuat kami merasa nyaman karena setau saya ada beberapa dokter obsgyn yang pro dengan cara melahirkan normal, misalnya, atau pun kebalikannya, pro dengan cara caesar, sehingga pasien pun didorong-dorong untuk mengikuti idealisme dari si dokter. Menurut saya, untuk memutuskan proses melahirkan seperti apa, haruslah diputuskan oleh pasien sendiri dengan kesadaran penuh, karena ini menyangkut kesiapan mental si pasien yang mengambil peranan penting dalam proses melahirkan nantinya.

Lalu ketika saatnya saya melahirkan, selain karena memang pilihan saya dan kemudian karena air ketuban saya yang sudah menipis saat itu, saya pun melahirkan dengan metode operasi caesar. Jauh sebelum hari H, beberapa teman saya sudah pernah sharing mengenai pengalaman mereka pasca operasi caesar. Ada yang mengingatkan untuk bersiap-siap menahan rasa sakit pada saat pertama kali latihan duduk, lalu latihan berdiri dan berjalan, sampai saat pertama kali menggunakan toilet setelah operasi. Ternyata, semua hal tersebut tidak saya alami. Entah karena badan saya yang bebal atau memang keahlian dr. Handi, saya tidak merasakan sakit ataupun nyeri pasca operasi. Bahkan pada saat visit dr. Handi pertama kali di kamar perawatan, F sampai melongo saat melihat ketika beliau menggantikan perban saya. F pun bertanya kepada saya, “Memangnya kamu ga merasa perih tadi?” Saya jawab dengan sedikit bingung, “Ngga, emang dikasih apa tadi?” Ternyata kata F tadi bekas luka saya diberikan Betadine, pantas saja dia melihatnya dengan tampang “ngeri”, hahaha :p Pemulihan saya kemudian pasca operasi pun termasuk cepat, dalam waktu 2 minggu saja saya sudah bisa jongkok-jongkok untuk belajar memandikan Gavin.

Saya benar-benar happy mendapatkan dokter obsgyn yang sesuai dengan kami hanya dalam satu kali pertemuan saja. Terima kasih, dr. Handi Suryana, Sp.OG untuk bantuannya pada saya dan F selama masa kehamilan saya sampai dengan pasca melahirkan. Semoga bisa ketemu lagi dengan beliau di kehamilan yang kedua (nantiiiii, ga tau kapan, hihihi >_<)

@valentcindy

“when you found a good doctor, you found a relief”

You may also like

4 Comments

  1. Hi
    Congratulations ya, aku baru rencana juga mau kontrol ke dokter handi. Beberapa minggu ini sementara ke dokter yg deket rumah dulu.
    Saya mau nanya dong, kamu lahiran sectio habis berapa & kelas berapa kamarnya?

    Thank you

    1. Hai, congrats yahh atas kehamilan kamu. Maaf yah baru sempat reply. Aku waktu itu lahiran di RS PIK, ambil kamar Kelas I Utama, kalau ga salah sekitar awal kepala 3 total biayanya, lupa juga persisnya, hehe. Semoga cocok yah dengan dr. Handi 🙂

  2. Hai…
    Saya ikutan komen ahh…
    Saya ketemu dr.Handi dari anak pertama (th.2012)di usia kehamilan 7bulan.
    Dr.Handi tetep nanganin dengan teliti, nanyain hal2 yg di perlukan untuk data observasi dan sampai lahiran normal semua lancarr jaya. Lahiran anak pertama dr Handi msh praktek di RS.Puri

    Desember 2017 kmrn lahiran anak ke 2, cari dr. Handi udah praktek di Rs.PIK
    Setiap periksa rutin, penjelasan yg diberikan mudah di mengerti, ga bikin bumil senewen…

    Walau proses lahiran normal yg ke 2 agak drama…sampai harus diinduksi dan proses nungguny sampe 22jam
    dr Handi tetep mantau via suster

    Puji Tuhan semua berjalan lancar

    Terima Kasih dr.Handi
    Terima Kasih para Suster Rs.PIK
    Yg sudah menemani saya sampai lahiran…sampe berganti bbrp shift ketemu lagi😆

    1. Haiii, glad to hear your story. Iyaaa kan, baik banget yah dr. Handi, hihi. Syukurlah banyak yang sependapat dan merasakannya sendiri. Btw, congrats yah atas kelahiran anak keduamu. Sehat selalu yah Mom and Baby. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *